Sabtu, 04 Februari 2012

GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PADA ANAK D I A R E A K U T


GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PADA ANAK
D I A R E   A K U T
A.   Pengertian
Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan atau tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.

B.    Etiologi
1.    Infeksi : virus (Rotavirus, Adenovirus, Norwalk), bakteri (Shigella, Salmonella, E. Coli, Vibrio), parasit (protozoa : E. Histolytica, G.lamblia, Balantidium coli, cacing perut : Askariasis, Trikuris, Strongiloideus; dan jamur : Kandida).
2.    Malabsorbsi : karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak atau protein
3.    Makanan : makanan basi, beracun, allergi terhadap makanan
4.    Imunodefisiensi
5.    Psikolgis : rasa takut dan cemas.
Berdasarkan patofisiologinya, maka penyebab diare dibagi menjadi :
1.    Diare skresi, yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, kuman pathogen dan apatogen; hiperperistaltik usus halus akibat bahan kimia atau makanan, gangguan psikis, gangguan saraf, hawa dingin, allergi; dan defisiensi imun terutama IgA sekretorik.
2.    Diare osmotic, yang dapat disebabkan oleh malabsorbsi makanan, kekurangan kalori protein (KKP), atau bayi BBLR dan bayi baru lahir.
Pada diare akan terjadi kekurangan air (dehidrasi), gangguan keseimbangan asam-basah (asisosis metabolic), yang secara klinis berupa pernafasan Kussmaul, hipoglikemia, gangguan gizi, dan gangguan sirkulasi.

C.    Manifestasi Klinis
Awalnya anak menjadi cengeng, gelisa, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja makin cair, mungkin mengandung darah dan/atau lender, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur empedu. Anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam.
Gejala muntah dapat terjadi debelum atau/dan sesudah diare. Bila telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi. Berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung. Tonus dan turgor kulit berkurang. Selaput lendir mulut dan bibir kering.
D.    Pemeriksaan Penunjang
1.    Pemeriksaan Tinja ;
makroskopis dan mikroskopis, pH dan kadar gula jika diduga ada intoleransi gula (sugar intolerance), biakan kuman untuk mencari penyebab dan uji resistensi terhadap berbagai antibiotika (pada diare persisten).
2.    Pemeriksaan Darah ;
darah perifer lengkap, analisis gas darah dan elektrolit (terutama Na, K, Ca, dan P serum pada diare yang disertai kejang).
3.    Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin darah untuk mengetahui faal ginjal.
4.    Duodenal Intubation, untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare kronik.

E.     Penatalaksanaan
Prinsip :
1.    Diare cair membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat etiologinya. Tujuan terapi rehidrasi untuk mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara cepat (terapi rehidrasi) kemudian mengganti cairan yang hilang sampai diarenya berhenti (terapi rumatan).
Jumlah cairan yang diberikan harus sama dengan jumlah cairan yang telah hilang melalui diare atau/dan muntah (previous water losses = PWL); ditambah dengan banyaknya cairan yang hilang melalui keringat, urin, dan pernapasan (normal water losses = NWL); dan ditambah dengan banyaknya cairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung (concomitant water losses = CWL). Jumlah ini tergantung pada derajat dehidrasi.
Jumlah ini tergantung pada derajat dehidrasi serta berat badan masing-masing anak atau golongan umur.
·      Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur <2 tahun (BB 3 – 10 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi                        PWL   NWL   CWL   Jumlah
-       Ringan            50      100     25         175
-       Sedang           75      100     25         200
-       Berat              125     100     25         250
·      Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur 2 - 5 tahun (BB 10 – 15 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi                        PWL   NWL   CWL   Jumlah
-       Ringan            30      80       25          135
-       Sedang           50      80       25          155
-       Berat                80      80       25          185
·      Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur >15 tahun (BB 15 – 25 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi                        PWL   NWL   CWL   Jumlah
-       Ringan          25       65       25          115
-       Sedang         50       65       25          140
-       Berat              80       65       25          170
2.    Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk menghindarkan efek buruk pada status gizi.
3.    Antibiotik dan antiparasit tidak boleh digunakan secara rutin, tidak ada manfaat untuk kebanyakan kasus, termasuk diare berat dan diare dengan panas, kecuali pada :
·         Disentri, bila tidak berespon pikiran kemungkinan amoebiasis
·         Suspek kolera dengan dehidrasi berat
·         Diare persisten.
4.    Obat-obat anti diare meliputi antimotilitas (misalnya loperamid, difenoksilat, kodein, opium), adsorben (misalnya norit, kaolin, attapulgit). Antimuntah termasuk prometazin dan klorpromasin. Tidak satupun obat-obat ini terbukti mempunyai efek yang nyata untuk diare akut dan beberapa malahan mempunyai efek yang membahayakan. Obat-obat ini tidak boleh dibarikan pada anak < 5 tahun.

Penilaian derajat dehidrasi
Penilaian
A
B
C
Lihat :
Keadaan Umum

Mata

Air Mata
Mulut dan lidah
Rasa Haus

Periksa :
Turgor Kulit
Hasil Pemeriksaan




Therpie

Baik, sadar

Normal

Ada
Basah
Minum biasa tidak haus

Kembali cepat
Tanpa dehidrasi




Rencana terapi A

Gelisah, rewel*

Cekung

Tidak ada
Kering
Haus, ingin minum banyak*

Kembali lambat*
Dehidrasi ringan / sedang
Bila ada 1 tanda * ditambah 1 atau lebih tanda lain
Rencana terapi B

Lesuh, lunglai, atau tidak sadar*
Sangat cekung dan kering
Tidak ada
Sangat kering
Malas minum atau tidak bias minum*

Kembali sangat lambat*
Dehidrasi Berat
Bila ada 1 tanda * ditambah 1 atau lebih tanda lain

Rencana terapi C
Penilaian dimulai dengan melihat pada kolom C.
Rencana Terapi A
Digunakan untuk :
1.    Mengatasi diare tanpa dehidrasi
2.    Meneruskan terapi diare di rumah
3.    Memberikan terapi awal bila anak terkena diare lagi.
Tiga cara dasar terapi di rumah adalah sebagai berikut :
1.    Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi
2.    Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi
3.    Bawa anak kepada petugas bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita sebagai berikut :
·         Buang air besar cair sering kali
·         Muntah berulang-ulang
·         Sangat haus sekali
·         Makan dan minum sedikit
·         Demam
·         Tinja berdarah.
Rencana Terapi B
Dalam tiga jam pertama, berikan 75 ml/kgBB atau bila berat badan anak tidak diketahui dan atau memudahkan di lapangan, berikan oralit dengan dosis sebagai berikut :
Umur                                                Jumlah Oralit
< 1 tahun                                  300 ml
1 – 5 tahun                              600 ml
5 tahun lebih                        1.200 ml
Dewasa                                 2.400 ml
Amati anak dengan seksama dan bantu ibu memberikan oralit
Setelah 3-4 jam, nilai kembali anak kembali menggunakan bagan penilaian, kemudian pilih rencana terapi untuk melanjutkan pengobatan.
Bila ibu harus pulang sebelum selesai rencana pengobatan B :
·           Tunjukan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam pengobatan 3 jam di rumah.
·           Berikan bungkus oralit untuk rehidrasi dan untuk dua hari lagi seperti dijelaskan dalam rencana A.
·           Tunjukkan cara menyiapkan larutan oralit
-       Memberikan oralit atau cairan lain hingga diare berhenti.
-       Memberikan makan anak.
-       Membawa anak ke petugas kesehatan bila perlu.

Rencana Terapi C
Ikuti arah panah. Bila jawaban dari pertanyaan ya, teruskan ke kanan. Bila tidak, teruskan ke bawah.

Cairan intravena yang dianjurkan adalah larutan Ringer Laktat. Bila tidak tersedia, garam faal (9 gram NaCl/L), larutan DG ana (25 gram atau 50 gram/L) atau Dekstrose 2 a (50 gram atau 100 gram/L) dapat digunakan. Larutan intravena yang mengandung hanya glukosa tidak boleh digunakan.

Skema rencana terapi C.
Dapat anda memberikan cairan intravena ?
Ya
Adakah pengobatan terdekat (dalam 30 menit)
Ya
CATATAN :
·       Bial  mungkin amati penderita sedikitnya 6 jam setelah rehidrasi untuk memastikan bahwa ibu dapat menjaga mengembalikan cairan yang hilang dengan member oralit.
·       Bila umur diatas 2 tahun dan kolera baru saja berjangkit di daerah anda, pikirkan kolera dan beri antibiotic yang tepat secara oral begitu anak sadar.
T
I
D
A
K

Apakah anda dapat menggunakan pipa NGT untuk rehidrasi ?
·  Mulai rehidrasi dengan selang NGT
Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total 120 ml/kg)
·  Nilai penderita tiap 1 – 2 jam
Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-pelan
Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, kirim penderita untuk terapi intravena.
Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana pengobatan yang sesuai.
T
I
D
A
K

Apa penderita bias minum ?
·  Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit.
Berikan 10 ml/kg/jam selama 6 jam (total 120 mg/kg).
·  Nilai penderita tiap 1 – 2 jam.
-    Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-pelan
-    Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, kirim penderita untuk terapi intravena
-    Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana pengobatan yang sesuai.
Ya
Ya
T
I
D
A
K

Segera kirim anak untuk rehidrasi NGT atau intravena !
·  Kirim penderita untuk pengobatan Intravena
·  Bila penderita bias minum, sediakan oralit untuk ibu dan tunjukkan cara memberikan selama di perjalanan.


T
I
D
A
K

·  Mulai diberi cairan IV segera. Bila penderita bias minum, berikan oralit sewaktu cairan IV dimulai. Beri 100 mg/kg cairan Ringer Laktat (atau garam normal), dibagi sebagai berikut :
Umur                    Pemberian I            Kemudian
-    Bayi <12 bulan       1 jam                       5 jam
-    Anak > 1 tahun     ½ - 1 jam               2½ - 3 jam
·  Ulangi bila nadi masih lemah atau tidak teraba
·  Nilai kembali penderita tiap 1 – 2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai percepat tetesan IV.
·  Juga berikan oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bias minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).
·  Setelah 3-6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi penderita menggunakan bagan penialian. Kemudian pilihlah rencana yang sesuai (A, B, atau C) untuk melanjutkan pengobatan.
 


















Sumber :
Buku Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 2. Penerbit : Media Aesculapius, FKUI tahun 2000.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar